Jumat, 15 Maret 2019
Sejarah DPK PPNI RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Yudha
H. Utomo
Pengurus DPK PPNI
RSUD Dr. Soetomo
Bidang Penelitian,
Informatika dan Komunikasi
Di Indonesia organisasi keperawatan tingkat
nasional yang digunakan sebagai wadah perawat untuk menyalurkan aspirasi, dikenal dengan nama Persatuan Perawat Nasional Indonesia atau sering disingkat dengan PPNI. Perhimpunan seluruh
perawat Indonesia ini didirikan pada 17 Maret 1974. PPNI merupakan gabungan dari berbagai organisasi keperawatan di masa itu, seperti
IPI (Ikatan Perawat Indonesia), PPI (Persatuan Perawat Indonesia), IGPI (Ikatan
Guru Perawat Indonesia), dan IPWI (Ikatan Perawat Wanita
Indonesia). Kebulatan tekad dan
spirit yang sama dicetuskan oleh perintis perawat bahwa tenaga keperawatan
harus berada dalam wadah / organisasi nasional.
Sebagai organisasi
profesi PPNI menyediakan kendaraan bagi perawat dalam menghadapi tantangan yang
ada saat ini ataupun yang akan datang. Selain itu peran dari PPNI adalah
sebagai pembina, pengembang dan pengawas terhadap mutu dan pelayanan
keperawatan, serta sebagai fasilitator dan mediator dalam hal meningkatkan ilmu
pengetahuan dan teknologi keperawatan melalui Pendidikan Keprofesian
Berkelanjutan (PKB).
Jenjang struktur
organisasi didalam PPNI terbagi atas Dewan Pengurus Pusat PPNI (DPP PPNI) yang
bertanggung jawab secara nasional terhadap permasalahan yang terjadi pada
profesi keperawatan di Indonesia. Kemudian Dewan Pengurus Wilayah PPNI (DPW
Provinsi) yang merupakan kepanjangan tangan dari DPP PPNI untuk mengatur profesi
keperawatan dalam lingkup satu provinsi. Dibawah naungan DPW Provinsi terdapat
Dewan Pengurus Daerah Kabupaten/ Kota (DPD Kab/Kota) yang bertanggung jawab
atas profesi keperawatan dalam lingkup satu kabupaten atau kota. Kemudian
terdapat pula Dewan Pengurus Komisariat (DPK PPNI) yang berada di lingkungan
Rumah Sakit atau Institusi Pendidikan yang mencetak tenaga keperawatan.
DPK PPNI RSUD Dr.
Soetomo merupakan wadah organisasi bagi tenaga keperawatan yang ada di
lingkungan kerja RSUD Dr. Soetomo. Sekilas sejarah terbentuknya rumah sakit Dr.
Soetomo diawali dari 29 Oktober 1938 melakukan peletakkan batu pertama RS Central Buggerlijk Ziekenhuis (CBZ)
oleh pemerintah Belanda di Desa Karang Menjangan. Kemudian tahun 1943, pada
masa penjajahan Jepang, pembangunan Rumah Sakit Karangmenjangan dilanjutkan,
setelah selesai dijadikan RS Angkatan Laut dikenal dengan RS Simpang. Pada
tahun 1948, Rumah Sakit Simpang dikuasai kembali oleh Belanda dan berganti nama
menjadi Roemah Sakit Oemoem (RSO) Soerabadja. Tahun 1950, RSO Soerabadja
menjadi Rumah sakit yang berada di bawah naungan Departemen Kesehatan RI dan
berganti nama menjadi Rumah Sakit Umum (RSU) Pusat Surabaya. Berdasarkan SK.
Menkes RI pada 20 Mei 1964 No. 26769/KAB/76. RSUP Surabaya berganti nama
menjadi RS Dr. Soetomo. Kemudian berdasarkan PP No. 4 Tahun 1965
penyelenggaraan RSUP Dr. Soetomo diserahkan kepada Pemda Tk. I Jawa Timur yang
sekarang menjadi RSUD Dr. Soetomo.
Di era tahun 1970 tenaga
perawat terdiri dari penjenjang kesehatan dan pengatur rawat, keduanya
membentuk suatu komunitas yang berbeda sesuai dengan tugas yang dilakukan.
Kemudian pada tahun 1980 kedua komunitas tersebut melakukan fusi dan membentuk
perkumpulan perawat di RSUD Dr. Soetomo yang diprakarsai oleh Ibu Desak Nyoman
Menu, Bapak Sahid, Ibu Srikana, Ibu Alit, dkk. Maka terbentuklah Dewan Pengurus
Komisariat (DPK) PPNI RSUD Dr. Soetomo yang untuk pertama kalinya diketuai oleh
Ibu Wayan Narwi, dan bapak Catur Yunanto sebagai sekretaris. Tahun 1990-an
merupakan kepengurusan komisariat yang ke-2 terpilihlah bapak Catur Yunanto
sebagai Ketua dan Ibu Siti Rochani sebagai sekretaris.
Reorganisasi DPK PPNI
RSUD Dr. Soetomo dilakukan dan terpilihlah bapak Guntur Supriyanto selaku ketua
dan Ibu Siti Rochani tetap sebagai Sekretaris dan dipercaya hingga 2 periode
kepengurusan. Pada tahun 2011, periode ke-5 kepengurusan DPK PPNI berganti
terpilih bapak Dulaji sebagai Ketua dan bapak Ramang Sukmono, ditengah-tengah
kepengurusan bapak Dolaji mengundurkan diri dari ketua dan nahkoda ketua DPK
PPNI periode ke 5 dilanjutkan oleh bapak Zulkifli Kurniawan berdasarkan SK DPD
Kota Surabaya No. 314 /0127.13.35/SK/PPNI/X/2013 tertanggal 23 Oktober 2013. Kemudian
pada periode ke-6 pada tahun 2016 terpilih kepengurusan DPK PPNI RSUD Dr.
Soetomo periode 2016 - 2021 dengan bapak Zulkifli Kurniawan sebagai Ketua
terpilih dan bapak H. Moch. Masruri sebagai sekretaris.
DPK PPNI RSUD Dr.
Soetomo yang bermottokan My Organization, My Soul, My Spirit, and My
Responbility ini memiliki Visi menjadi organisasi yang solid, mampu
mengaktualisasikan diri secara profesional yang tercermin pada perilaku anggota
dan melaksanakan proses keperawatan secara profesional. Oleh sebab itu strategi
yang digunakan untuk mengaplikasikan Visi tersebut adalah dengan cara meningkatkan
peran serta anggota dalam organisi, meningkatkan kemampuan anggotan dalam
berorganisasi dan pelayanan serta meningkatkan hubungan komunikasi antar
anggota.
Langganan:
Postingan (Atom)